Menyesap Kopi Sembari Menikmati Keindahan Tiga Gunung
- 2018-03-24
HarianProperty.com-Matahari hampir terbenam ketika kami menjejak di hotel bintang tiga yang baru saja diresmikan ini. Hotel yang terletak di Jl Raya Puncak KM 77 ini milik Nanda Widya, mantan Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk. Diara, nama dari hotel ini, diambil dari bahasa Afrika yang berarti gift atau hadiah. Sesampainya di lobi, kami belum ngeh, kenapa hotel ini diberi nama Grand Diara.
Hotel setinggi 6 lantai ini tampak semenjana, namun ramai lalu lalang. Lobinya cukup luas, sofanya empuk. Di pojok lobi terdapat children playground yang akhir-akhir ini sangat penting bagi keluarga muda. Di belakang hotel, terhampar kolam renang mini yang cukup menyenangkan bagi yang membawa anak kecil.
.jpg)
Keterangan foto: View perkebunan teh yang memesona
General Manager Grand Diara Hotel Puncak, Listuran Syamsuddin mengatakan, okupansi hotel ini cukup baik. “Weekday okupansinya mencapai 55%. Kalau weekend sampai 95%,” ujarnya dengan raut ramah.
Pencapaian itu belum seberapa. Sejak hotel beroperasi di akhir 2015, ia langsung mampu menggaji karyawannya yang saat itu hanya berjumlah 15 orang. “Sebulan jalan saya enggak minta-minta lagi, langsung bisa gaji karyawan sendiri,” ujar pria asli Serang Banten ini.
Listuran pun menceritakan kunci kesuksesannya mengelola apartemen Grand Diara. Seperti kita ketahui, persaingan hotel di kawasan Puncak, Bogor sangat berat. Ada sekitar 300 hotel yang bercokol di kawasan Puncak. Saingan belum datang dari akang-akang yang mengenakan kupluk sambil memegang senter dan berteriak, "Vila, vila, vila!”
“Banyak hotel yang lupa akan service. Saya sudah beberapa kali menginap di hotel di kawasan ini, banyak pegawainya yang tidak senyum. Padahal itu sangat penting,” tutur pria yang dulunya chef ini.
Kedua, menurut Listuran, yang tak kalah penting adalah makanan dan kebersihan. “Dua hal inilah yang terus saya jaga,” tegasnya.
.jpg)
Keterangan foto: Listuran Syamsuddin, General Manager Grand Diara Hotel Puncak
Listuran akhirnya mengajak kami berkeliling. Lift yang kami tumpangi berhenti di lantai 6. Di sky lounge ini lah kami baru ngeh makna dari kata “Diara”. Diara memang sebuah hadiah. Dari langkan, kami disuguhkan pemandangan yang begitu indah.
Pertama, kami dapat melihat dengan jelas perkebunan teh Puncak yang memesona. Kedua, kami dapat selfie dengan latar Gunung Salak yang tergurat jelas nan indah. Ketiga, sembari menyesap kopi, kami dapat mengagumi kemegahan Gunung Gede Pangrango.
(1).jpg)


Comment