Easton Group Gandeng Pengembang Asal Korea Hadirkan Hunian Terjangkau di Bintaro

    2025-11-21

caption foto: Foto bersama tim Easton Group dan PT GSENC Development Indonesia

Jakarta – Easton Group kali ini menggandeng pengembang asal Korea Selatan, PT GSENC Development Indonesia (GSDI), dalam menggarap proyek hunian di wilayah Bintaro, Tangerang Selatan. GSDI sendiri merupakan bagian dari GS E&C, sebuah perusahaan teknik dan konstruksi global terkemuka asal Korea Selatan yang telah menggarap proyek di berbagai negara termasuk Indonesia, Singapura, Polandia, Arab Saudi, Thailand, AS, dan Vietnam.

Kerjasama keduanya terwujud dalam Joint Venture Agreement yang ditandangani oleh Direktur Utama Easton Group, William Liusudarso, dan Shin-Ho Cho, Chief Repesentative GSDI di Kantor Pusat Easton Group, Kota Tangerang. Keduanya akan menggarap proyek bernama Havenwood House di atas lahan seluas 3 hektar.

Cho menyambut positif kerja sama dengan Easton. “Kami melihat Easton sangat berpengalaman di bidang landed-house. Jadi kami yakin proyek kami akan berjalan dengan baik,” ujar Cho.

Di saat yang sama, Direktur Utama Easton Group William Liusudarso juga menyambut baik kerjasama ini dan berharap Easton dapat belajar banyak dari GSDI. “Kita tahu bahwa GS berpengalaman membangun apartemen dan residensial di Korea Selatan. Secara organisasi tentunya kami dapat belajar banyak dari mereka. Maka dari itu kami memilih GSDI sebagai mitra strategis dari proyek terbaru kami ini” ujar William.

Havenwood House ditawarkan dengan 2 tipe, yakni 6x11 dan 6x12 dengan harga mulai dari Rp 1,3 milyar. Fitur utama rumah ini adalah Tatami Backyard dan Panoramic Dry Garden dengan memaksimalkan ruang agar tetap alami dan fungsional.

Sejak diluncurkan melalui Soft Launching akhir Agustus kemarin, sebanyak 30% unit Havenwood House telah di-booking oleh customer. Cho menilai permintaan rumah di wilayah Bintaro cukup tinggi. “Maka dari itu kami optimis masa depan proyek kami cerah karena melihat marketnya yang menjanjikan,” ujar Cho.

William menambahkan proyek kali ini cukup menarik minat konsumen karena tiga faktor utama, yakni lokasi yang berada di tengah BSD dan Bintaro, desain yang unik, dan harga yang relatif terjangkau. “Dengan harga yang cukup affordable penghuni tetap dapat menjangkau MRT Lebak Bulus dengan mudah,” imbuhnya.

Easton menyadari bahwa konsumen saat ini melirik rumah dengan harga yang lebih rendah. Namun William juga melihat bahwa insentif PPN yang dicanangkan Pemerintah berpengaruh signifikan dalam mendorong pembelian rumah oleh konsumen. “Dengan kondisi saat ini kami kami tetap optimis proyek ini dapat terjual habis dalam 3-4 tahun ke depan,” pungkas William.

Editor     : Gunawan

Comment

Comodo SSL