Usung Tagline “Jualan Habis Otomatis”, Wellco Properti Siap Bantu Tuntaskan Jualan Pengembang
- 2022-07-22
Cluster de' Leuwi merupkan salah satu proyek Wellco Properti yang sukses dikembangkan
Harianproperty.com, Jakarta- Properti Indonesia sedang tidak baik-baik saja adalah fakta. Hal ini sebagai imbas dari pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya usai dan disinyalir menjadi salah satu penyebab utama melambatnya gairah investasi masyarakat terhadap properti.
Akibatnya, saat ini banyak pengembang yang tengah merasakan fase sulit dalam memasarkan produknya sehingga terjadinya membengkaknya suplai sementara demand-nya nihil.
Beragam cara pun dilakukan oleh pengembang seperti membuat aneka terobosan gimmick dengan memanfaatkan stimulus dari pemerintah yang baru saja diperpanjang hingga September mendatang yakni insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk produk properti. Ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 6 Tahun 2022 tentang PPN atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun (apartemen) yang ditanggung pemerintah untuk tahun anggaran (TA) 2022.
Namun stimulus tersebut belumlah memberikan dampak seperti yang diharapkan. Para pengembang masih saja sulit jualan. Walhasil, produk mereka hanya menjadi stok dan tidak tersalurkan dengan baik kepada masyarakat. Padahal praktik di lapangan pengembang telah berupaya semaksimal mungkin seperti menggunakan jasa agen properti dan inhouse. Tapi kenyataan belum sesuai harapan.
Manajemen Autopilot
Belajar dari persoalan tersebut, sebelum pandemi melanda Indonesia, Wellco Properti hadir. Berdiri di bawah naungan PT. Materindo Magnet Properti, Wellco Properti merupakan perusahaan jasa yang bergerak di bidang marketing dan konsultan properti untuk seluruh wilayah Indonesia yang berdiri sejak tahun 2019.
Meski terhitung masih baru, Wellco diinisiasi dan diisi banyak pemain lama di industri properti. “Kami bukanlah pemain baru di industri ini karena sejatinya Kami adalah developer yang telah berkecimpung di dunia properti Indonesia sejak tahun 2010,” sebut Nata Susanto, Founder Wellco Properti.
Mengusung filosofi bisnis “sukses bersama”, Wellco suguhkan konsep sharing yang menyeluruh mulai dari ilmu dan pengalaman seputar properti hingga kiat dan strategi membangun jaringan yang luas di industri ini.
Lebih jauh, Wellco Properti juga berperan sebagai problem solver bagi para pengembang properti yang mengalami kesulitan dalam penjualan, sulit mendatangkan calon konsumen, cashflow bermasalah, sampai kesalahan dalam konsep dan strategi bisnis properti.
Dengan unique value yang ditawarkan tersebut, Wellco sangat terbuka dengan kesempatan menjalin hubungan sebagai konsultan maupun praktisi berbasis pendekatan “Marketing Autopilot” guna memuluskan visi partner merengkuh sukses dalam bisnis properti dan memastikan “Jualan habis otomatis”.
Sukses kembangkan proyek
Meski baru berdiri sejak 2019, Wellco Properti telah memulai pengembangan usahanya sejak 2010 dengan proyek Puri Gading Depok, lalu Puri Gading Residences 2 pada 2011 dan Cascadia Residences di 2012 semuanya juga di Depok.
Lalu ada Maple Village Samarinda, Inhutani Green Residence, Margahayu Residences, Cilodong Square, Adiwerna City Walk, Royal Resort Residences, Palembang, Ananda Town House, Ananda Residence, Bintaro Central, Sawangan Central, Perumahan Rejeki, Cluster de' Leuwi, Bogor, Manggo Hills serta yang terbaru adalah Cluster Graha de' Lavenda di 2022 ini.
Semua proyek di atas sukses dikembangkan oleh manajemen Wellco Properti yang mengusung skema marketing autopilot dengan torehan penjualan menggemberikan.
Satu hal yang berbeda dengan Wellco Properti adalah, usaha ini tidak semerta agen properti saja. Lebih dari itu, Wellco Properti mampu mengakomodir kebutuhan pengembang secara komprehensif mulai dari sales, marketing, manajemen administrasi, desain hingga perencanaan pembangunan.
“Dengan itu, Kami berbeda jauh dengan agen properti yang hanya berjualan saja. Tapi Kami melayani istilahnya mulai dari hulu hingga hilir demi kepuasan pengembang,” pungkas Hengky Gunawan, Founder Wellco Properti lainnya.


Comment