Intiland Gelar Kegiatan I AM Intiland Young Leaders di Tasola Beach Village Lombok

    2022-06-28

JAKARTAPerusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) sukses menyelenggarakan program pelatihan kepemimpinan bagi  para  generasi muda yang  bernama I  AM Intiland Young Leaders (IYL) yang berlokasi di Tasola Beach Village, Lombok Utara, Nusa Tenggara  Barat. Kegiatan  ini menjadi wujud  komitmen Perseroan untuk pemberdayaan generasi muda sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Program dan kegiatan IYL diselenggarakan di Desa Tangguh Wisata Kadin Indonesia, Tasola Beach Village, Tanak  Song  Lauk, Lombok Utara,  Nusa  Tenggara   Barat, pada   17-20  Juni  2022.  Program   ini  diikuti sebanyak 15 orang  peserta dan panita yang berusia 18-25 tahun. Para peserta memiliki latar  belakang mahasiswa dan  profesional dari berbagai wilayah  di Indonesia, seperti Jakarta,  Bandung,  Jawa Timur, Jawa Tengah, Surabaya,  Kalimantan, hingga Papua.

Bupati Lombok Utara  H. Djohan  Sjamsu,  SH berkesempatan secara  langsung meresmikan pembukaan program IYL bertempat di pendopo utama Tasola Beach Village, Sabtu (18/06). Kegiatan ini juga dihadiri oleh  Theresia  Susanti  Asih, M.Si perwakilan  Kementerian  Kelautan dan  Perikanan (KKP),  Direktur Eksekutif Kadin Provinsi Nusa Tenggara  Barat Ir. Khairil Anwar, MM, dan  Hendra Wiraksa selaku  Ketua Kadin Kabupaten Lombok Utara,  serta  Fakhruddin,  S.P selaku  Kepala Desa Jenggala,  yang  merupakan wilayah administrasi yang menaungi lokasi Tasola Beach Village.

Dalam  sambutannya Djohan  Sjamsu  menyampaikan arahan dan  harapan besar  kepada para  peserta program IYL  agar  mampu berprestasi dan  memberikan kontribusi positif terhadap  masyarakat. Para generasi muda diharapkan mampu bersaing dan  menjadi pemimpin yang  berkualitas, serta  pro-aktif dalam  berbagai kegiatan dan organisasi sosial.

“Tidak semua orang  bisa dan mampu menjadi pemimpin karena untuk menjadi pemimpin dibutuhkan sebuah proses,  butuh disiapkan,  butuh latihan dan  pengalaman. Ini adalah program yang sangat baik untuk belajar dan mendapatkan pengalaman menjadi pemimpin masa  depan,”  ujarnya  lebih lanjut.

Program  IYL diselenggarakan melalui serangkaian kegiatan dan aktivitas, seperti tahapan proses  seleksi peserta dari  berbagai wilayah  di Indonesia. Peserta terpilih diberikan  pembekalan dan  pendalaman dengan materi berupa kelas leadership, public speaking dan financial sebagai bekal bagi peserta sebelum terjun langsung ke  masyarakat untuk  berkontribusi nyata   dalam   pengembangan desa  wisata dan peningkatan ekonomi  masyarakat sekitar.

Theresia  Rustandi  corporate secretary  dan  head  of CSR Intiland  menjelaskan IYL  merupakan program inisiatif  CSR berkelanjutan berskala nasional dari   Intiland yang menjadi bagian dari Program  Intiland Youth Panel. Berkolaborasi  dengan komunitas anak muda IAM Community, Kementerian Kelautan dan Perikanan,  serta  Kadin Nusa Tenggara  Barat, program ini bertujuan untuk menyiapkan generasi muda menjadi pemimpin masa  depan di berbagai industri.

Menurutnya, program IYL menjadi ‘kawah candradimuka’ bagi generasi muda untuk berlatih, mengeksplorasi, dan mengembangkan potensi yang dimiliki  di bidang  kepemimpinan, problem solving, analytical  thinking dan  public speaking. Program  ini memberikan bekal dan  pengalaman bagi  mereka untuk  menjadi  calon   pemimpin  masa   depan  Indonesia  agar   mampu  berkontribusi nyata   untuk pengembangan desa wisata.

“Saya  menyampaikan terima kasih  dan  apresiasi yang  luar  biasa  kepada para  peserta yang  telah memberikan komitmennya, tenaga, waktu, dan biaya untuk mengikuti program ini. Ini sebuah investasi yang sangat positif buat upaya pengembangan diri dan bagi masyarakat secara luas,” kata Theresia lebih lanjut.

Penyelenggaraan program IYL memfokuskan program dan kegiatannya pada aktivitas edukasi, keahlian, pengembangan  personal,  dan   motivasi   mengenai  industri  dan   investasi  properti.  Kegiatan   ini mengusung agenda utama berupa masterclass  session, community services, campaign  challenge,  dan awarding night.

Pada  masterclass  session  menghadirkan pembicara dan  nara  sumber dari  perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan KADIN Provinsi Nusa Tenggara Barat. Peserta mendapat pemaparan dari para  narasumber mengenai berbagai faktor  penting dan strategis dalam  pengembangan ekonomi daerah serta  mengulas tentang peran  pelaku usaha dalam  menggerakan roda perekonomian, termasuk tantangan yang dihadapi serta  peluang dan peran  anak-anak muda di dalamnya.

Dalam  sesi tersebut, Theresia  Susanti selaku  wakil dari KKP secara  khusus  memaparkan faktor-faktor penting dalam   upaya  pemulihan ekonomi   melalui  inisiatif  desa  wisata bahari   dan  pemberdayaan masyarakat lokal. Sesi ini mengulas secara  jelas strategi, peluang, serta  risiko-risiko di industri bahari serta  tips dan trik dalam  pengembangan wisata bahari  yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek sosial lingkungan.

Pada sesi community services dan  campaign challenge, seluruh peserta mendapat kesempatan berkontribusi secara langsung kepada masyarakat dengan melakukan kegiatan bimbingan, edukasi, dan pendampingan kepada warga  Tasola Beach Village . Peserta berbagi  pengalaman mengenai tips cerdas pengelolaan  keuangan  dan   pendayagunaan  media   sosial   sebagai  media   promosi   produk-produk masyarakat Tasola Beach Village guna meningkatkan pendapatan ekonomi  warga.

Selain itu, peserta juga berkesempatan untuk melakukan eksplorasi  daerah wisata yang ada di Lombok, seperti berkunjung ke Desa adat Sukarara,  Kabupaten Lombok Tengah.  Peserta dapat belajar  secara langsung proses pembuatan kain tenun khas Lombok dan mencoba mengenakan pakaian Lambung dan pakaian Pegon yang merupakan pakaian adat  Suku Sasak.

Para peserta juga berkesempatan mengunjungi Desa Adat Sasak Sade, Lombok Tengah yang merupakan salah  satu  dusun dengan penduduk asli  pulau  Lombok yaitu Suku Sasak.  Mereka  belajar  mengenai kekayaan budaya  serta  kebiasaan unik Suku Sasak dan melihat langsung rumah-rumah adat suku Sasak yang masih tejaga kelestariannya.

Selain belajar  tentang keagungan budaya  lokal, peserta juga mengeksplorasi berbagai destinasi wisata alam  unggulan. Selain  mengunjungi Kawasan  Ekonomi Khusus  (KEK)  Mandalika,  para  peserta juga mengeksporasi keindahan pantai Tanjung  Aan dan  Bukit Merese  yang  berada di kawasan Lombok Tengah. Kunjungan lainnya  yakni ke workshop dan  pusat penjualan mutiara sebagai cinderamata dan produk unggulan khas Lombok.

Pelaksanaan program IYL  juga  mendapatkan  penilaian positif dari  para  peserta. Selain  memberikan apresiasi terhadap  inisiatif   program  ini,  mereka  juga   sangat  aktif   dalam   setiap   kegiatan  yang dilaksanakan.

“Ini program dan kegiatan yang luar biasa. Saya mendapatkan teman baru, pengalaman baru, dan dapat meningkatkan kemampuan dan  softkill saya,” ujar Adella Miranda  Abas, salah  satu  peserta asal Pulau GAG, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Adella saat ini bekerja sebagai karyawan profesional di sebuah perusahaan tambang di Papua Barat.

Pendapat senada disampaikan Muhammad Khalifah, peserta dari Jakarta  yang mengaku senang dapat berkenalan dan menjalin relasi dengan peserta lain dari seluruh Indonesia. Ia dapat bertukar pikiran dan belajar hal-hal baru, mengingat di Indonesia begitu luas dan memiliki banyak perbedaan di setiap daerah.

“Saya senang, kami bisa menyatukan perbedaan tersebut serta  dapat belajar  hal-hal  baru,  mulai  dari leadership, belajar  memahami pola pikir rekan-rekan yang lainnya, dan belajar  berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik dengan warga  lokal,” ujarnya  lebih lanjut.

Theresia  Rustandi berharap program ini dapat menjadikan pilar bagi generasi muda untuk melakukan eksplorasi program pemulihan ekonomi pasca bencana dan pandemi untuk masyarakat setempat secara bersama-sama. Program  ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat mengenai potensi Tasola  Beach  Village  sekaligus   memberikan pelatihan dan  sharing   kepemimpinan dasar   bagi  para generasi muda setempat.

“Kami senang melihat antusiasme anak-anak muda yang luar biasa  kreatif dengan ide-ide  segar  dan punya passion kuat untuk saling berbagi  pengalaman dan punya komitmen yang kuat untuk belajar dan memberikan kontribusi nyata  bagi masyarakat,” kata Theresia lebih lanjut.

Desa Tangguh  Wisata  Tasola Beach Village merupakan inisiasi Kamar Dagang  dan  Industri Indonesia (KADIN) dan  Kementerian Kelautan dan  Perikanan (KKP)  yang  berlokasi  di dusun Tanak Song  Lauk, Lombok  Utara.   Pengembangan  Tasola  Beach  Village  secara   langsung  di  bawah  koordinasi   dan pembinaan KKP dan Kadin provinsi Nusa Tenggara  Barat.

Editor     : Gunawan

Comment

Comodo SSL